Cara Menyetel Rantai Motor Klasik agar Tidak Berisik

Menyetel rantai motor klasik di bengkel dengan kunci pas pada as roda belakang

Rantai motor klasik yang terlalu kendur membuat tarikan tersendat dan menimbulkan bunyi kasar saat gas dibuka. Menyetelnya tidak butuh alat mahal, cukup kunci pas, kunci ring, dan penggaris atau pita ukur. Ikuti urutan langkah berikut supaya hasilnya rapi dan rantai tidak cepat aus.

Kenali Tanda Rantai Perlu Disetel

Rantai yang sudah tidak pada tempatnya memberi beberapa petunjuk sebelum menimbulkan kerusakan. Perhatikan tanda-tanda ini:

  • Bunyi klotok atau dentang saat motor mulai berjalan dari posisi diam.
  • Rantai terlihat melengkung jauh di bagian bawah antara gir depan dan gir belakang.
  • Getaran terasa di pijakan kaki saat kecepatan menengah.
  • Gigi terasa seperti melompat saat akselerasi mendadak.

Rantai yang dibiarkan kendur bisa lepas dari gir pada kecepatan tinggi. Rantai yang terlalu kencang membebani bearing gir dan membuat mesin terasa berat saat digas.

Ukur Kelonggaran Rantai di Titik yang Benar

Parkir motor di permukaan rata dengan standar tengah supaya roda belakang tidak menyentuh tanah. Cari titik tengah antara gir depan dan gir belakang, lalu tekan rantai ke bawah dan ke atas. Standar kelonggaran umumnya berkisar 20 sampai 30 milimeter, tetapi cek buku manual motor Anda karena tiap model berbeda.

Putar roda belakang sekitar seperempat putaran, lalu ukur lagi. Lakukan di tiga atau empat posisi berbeda. Rantai yang tegangannya berubah drastis menandakan ada mata rantai yang macet atau gir sudah tidak bulat lagi.

Langkah Menyetel Rantai Motor Klasik

Siapkan kunci pas untuk baut as roda, kunci ring untuk baut penyetel, dan penggaris. Kerjakan di tempat terang agar tanda penyetel di lengan ayun mudah dibaca.

  1. Kendurkan baut as roda belakang sekitar setengah putaran. Jangan lepas total karena roda perlu tetap menempel di tempatnya.
  2. Putar baut penyetel di kedua sisi lengan ayun dengan jumlah putaran sama. Putar seperempat putaran, ukur kelonggaran, ulangi sampai masuk rentang yang dianjurkan.
  3. Cocokkan tanda penyetel di kiri dan kanan lengan ayun. Kedua tanda harus berada di posisi yang sama supaya roda belakang lurus dengan roda depan.
  4. Kencangkan baut as roda sesuai torsi dari buku manual. Jika tidak ada kunci torsi, kencangkan dengan mantap tanpa mengayun berlebihan.
  5. Putar roda belakang beberapa kali untuk memastikan tidak ada bagian rantai yang menegang tiba-tiba.
  6. Ukur ulang kelonggaran setelah baut as roda dikencangkan, karena pengencangan bisa sedikit menarik rantai.

Kalau roda belakang tidak sejajar, motor akan terasa mau membelok ke satu sisi saat berjalan lurus. Gesekan tambahan juga mempercepat keausan sisi gir.

Bersihkan dan Lumasi Setelah Disetel

Rantai yang kotor menahan pasir di sela mata rantai dan mempercepat keausan. Semprot rantai dengan cairan pembersih khusus rantai, sikat perlahan dengan sikat nilon, lalu bilas. Hindari menyemprot langsung ke bearing roda dan seal gir.

Keringkan rantai sebelum diberi pelumas. Oleskan oli rantai tipis merata di sisi dalam rantai sambil roda diputar perlahan. Biarkan beberapa menit agar pelumas meresap sebelum motor dipakai. Untuk motor yang sering kena hujan, perawatan tambahan bisa mengikuti langkah pada cara merawat motor klasik setelah musim hujan.

Kapan Rantai Harus Diganti, Bukan Disetel

Penyetelan hanya memperbaiki kelonggaran, tidak memperbaiki rantai yang sudah aus. Beberapa kondisi berikut menandakan rantai perlu diganti:

  • Rantai tidak bisa lagi mencapai kelonggaran yang dianjurkan meski penyetel sudah diputar maksimal.
  • Gigi pada gir depan atau belakang sudah berbentuk tajam seperti kait.
  • Ada mata rantai yang kaku dan tidak mau menekuk saat diputar.
  • Rantai terlihat berkarat parah di banyak bagian.

Ganti rantai dan gir sebagai satu set. Memasang rantai baru pada gir lama yang sudah aus membuat rantai baru cepat rusak.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menyetel

Banyak pemilik motor klasik memutar baut penyetel hanya di satu sisi karena lebih cepat. Akibatnya roda belakang miring dan rantai bekerja tidak lurus. Kesalahan lain adalah mengencangkan rantai berlebihan agar terasa lebih responsif, padahal itu mempercepat kerusakan bearing dan membuat suspensi belakang bekerja lebih keras.

Menyetel rantai saat motor baru selesai dipakai juga kurang tepat karena logam masih panas dan bisa berubah ukuran setelah dingin. Tunggu mesin dan rantai dingin sebelum mengukur.

Ringkasan

Menyetel rantai motor klasik terdiri dari mengukur kelonggaran di beberapa titik, mengendurkan baut as roda, memutar baut penyetel kiri dan kanan dengan jumlah sama, lalu mengencangkan kembali sesuai torsi. Setelah itu bersihkan dan lumasi rantai. Jika rantai sudah tidak bisa mencapai kelonggaran yang dianjurkan atau gir sudah tajam, ganti satu set.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kelonggaran rantai motor klasik yang ideal?

Umumnya 20 sampai 30 milimeter di titik tengah antara gir depan dan belakang. Angka pastinya berbeda tiap model, jadi cek buku manual motor Anda.

Apakah boleh menyetel rantai tanpa standar tengah?

Bisa, tetapi pengukuran jadi kurang akurat karena beban roda belakang memengaruhi tegangan rantai. Pakai standar tengah atau dongkrak yang menahan motor di posisi stabil.

Seberapa sering rantai perlu dicek?

Periksa kelonggaran setiap beberapa kali berkendara, terutama setelah melewati jalan berlubang atau hujan. Rantai yang rutin dicek lebih jarang menimbulkan bunyi kasar dan keausan gir.